RSS

Jumat, Oktober 24, 2008

NOVELL NETWARE

Sejarah Sistem Operasi
Sistem operasi Novell adalah system operasi yang berpaket pada jaringan. (NOS) Networking Operating System.
Sebelum Microsoft mempelajari jaringan dan internet perusahaan membagi sumber daya untuk berkas dan printer berdasarkan system operasi Novell Netware dan protocol berkaitan.
Novell Netware yang sudah merajai jaringan komputer sejak tahun delapan puluhan, mempunyai konsep menambah sistem yang ada (single user) menjadi suatu jaringan komputer, jadi istilah Network Operating System (NOS) memang betul-betul menunjukan bahwa Novell sangat serius dalam hal pengubahan PC yang tadinya hanya jalan sendiri, menjadi PC yang bisa disambung sampai tidak terbatas.



Perkembangan Novell
Perkembangan Novell dengan XNS yaitu standar yang menjelaskan mengenai seperangkat protocol yang didesain untuk internetworking terutama kegunaan lokal. Ada 2 protokol jaringan yang terlibat yaitu internet Datagram Protocol ( IDP ) dan (SPP ) Sequenced Packet Protokol.Datagram pada jaringan XNS diberikan alamat secara individual.

Dalam perkembanganya Novell menciptakan sedikit perubahan ke IDP dan SDP, dan menamakanya paket Pertukaran di internet atau IPX ( Internet Packet Echange dan pertukaran SPX yang berurut.

Ciri-ciri
Berstruktur jaringan
>Yaitu system operasinya cenderung perbaket pada jaringan memakai XNS.
Memgunakan IP Protokol IPX
>Yaitu yang berguna untuk merouting datagram IPX.
Datagram pada jaringan XNS diberikan alamat secara individual.
Skema pengelamatan menggunakan kombinasi dari 4 byte alamat jaringan IDp dan 6 byte alamat mode (alamat dari kartu jaringan

Kelebihan
@ Protokol jaringan SPP bermodifikasi dari IDP yang berbasiskan koneksi dan lebih terjamin.
@ Network Operating System (NOS) memang betul-betul menunjukan bahwa Novell sangat serius dalam hal pengubahan PC yang tadinya hanya jalan sendiri, menjadi PC yang bisa disambung sampai tidak terbatas.
@ Salah satu keunggulan Novell Netware yaitu Novell Directory Services (NDS) yang sangat mudah dikembangkan, terutama untuk penambahan atribut baru dari setiap data
Novell yang berkonsentrasi pada file server dan print server, sementara untuk aplikasi lainnya kita membutuhkan Netware Loadable Modules (NLM), hingga setiap kali kita ingin membuat suatu aplikasi, kita selalu harus memasukan NLM yang biasanya dikembangkan oleh perusahaan lain. Novell Netware mengambil pendekatan dimana setiap terminal dapat menerima dan mengirim informasi domain-nya.
Penanganan direktori yang berdasarkan satu root merupakan pendekatan yang sangat effisien bagisistem komputer yang sangat banyak. Cara ini sudah ditempuh oleh sistem Internet, dimana berbagai macam server yang ditempatkan di posisi yang berbeda (atau bahkan negara yang berbeda) bisa saling mengisi informasi dan dianggap sebagai satu kesatuan. Novell dengan Novell Directory Services-nya sudah menerapkan cara ini dengan mengambil sistem dari Banyan (X.500)
Novell GroupWise dan ManageWise menyatakan bahwa sudah 160 perusahaan menggunakan dan berniat untuk menerapkan sistem NDS(Novell Directory Services ) di dalamnya, tetapi perusahaan- perusahaan pengelola database yang besar seperti Lotus, Oracle.

Keburukan
Protokol jaringan IDP menyediakan pengiriman datagram yang tidak terjamin dan tanpa koneksi dari 1 host ke host.
Dengan paket Windows NT 4.0, kita tidak perlu lagi membeli software tambahan apapun untuk menjalankan jaringan komputer yang sedang atau akan dibuat , sementara dengan Novell, kita masih perlu membeli Microsoft Windows NT untuk menjalankannya, kecuali jika sistemnya masih menggunakan DOS. Kemudian, dalam pengembangan aplikasinya, pemakai Novell Netware masih harus banyak ber-eksperimen untuk memasangnya secara baik, sementara dengan Windows NT, aplikasinya semua sudah tersedia dengan baik, cukup satu paket Microsoft Office yang secara de facto tidak akan mengalami kesulitan jika dijalankan dalam satu sistem yang sama Microsoft Windows.
Hardware yang dibutuhkan untuk menjalankannya
Dengan Migrate Novell Netware Server yang sudah lama ke hardware yang lebih bagus beserta Linux Mandrake 9.1 sebagai Operasi Sistem.
Minimal PC Pentium II dengan RAM 128 MB dan HD 20 GB
Semua aplikasi yang tadinya terhubung ke Novell Netware Server, bisa berjalan sempurna setelah dihubungkan ke Mandrake 9.1
Supaya Aplikasi Netware bisa dijalankan memakai Netware Emulator atau yg umum di sebut Mars-nwe.( sebuah perangkat yang mendukung aplikasi netware) .
Keamanan terhadap malware (virus)
Novell mempunyai security manager dimana prinsisnya menggabungkan firewall,VPN, Intrusion Detection dan URL-Filter yang di manage menggunakan software Appliance yang mudah digunakan.
6 Fully integrated Security Application:

Firewall Protection
Yang mengontrol arus, trafik berdasarkan ports,protocols, sources dan destination.
Virtual Private Network ( VPN ) gateway
Meniadakan biaya extra untuk sambungan dedikasi leased lines bagi pengguna jarak jauh ( remote user )
Intrusion protection
Mendeteksi dan atau memblokir serangan attacks ke dalam jaringan dan memberi kewenangan kepada administrator untuk membatasi aktifitas pengguna seperti instant messaging chat dan peer to peer networks.
Virus protection Scan
Scans menyediakan lebih dari 100 ribu lebih jenis virus signatures menggunkan multiple methods termasuk signature checking dan heuristics.
Spam Protection
Membendung, mengkarantina spam yang dicurigai menggunakan aturan rules, patterns dan thresholds yang dapat diseleksi.
Content Filtering
Menghindari akses ke wevsite yang tidak diinginkan menggunakan kebijakan access ( akses policies ) yang dapat dikostomisasi untuk setiap user atau group pengguna.

KESIMPULAN
Novell Netware yang sudah menguasai pasar sejak tahun delapan puluhan dan masih akan berjaya di sistem yang tidak memerlukan interface yang rumit (seperti Windows),sehingga baikdipakai untuk perbankan dan pengolahan data yang tidak membutuhkan grafik .




LTSP (Linux Terminal Server Project)

Apakah LTSP itu sendiri ? LTSP adalah satu set script yang memungkinkan kita menampilkan layar server di client, itu saja pada intinya. Tentu saja di dalamnya jauh lebih kompleks — ada fasilitas remote boot, remote file system, hardware auto detection, remote multimedia & output, dll.

Apakah ada kelemahan LTSP ? Tentu saja, tidak ada teknologi yang tidak mempunyai kelemahan. Sejauh ini ada beberapa, seperti penggunaan bandwidth yang agak lebih boros daripada Citrix (diperkirakan max. 50 client di satu segmen network 100 mbps), dan single point of failure di server.
Tapi ini semua bisa diatasi dengan perencanaan yang baik, rutinitas backup data yang dilakukan secara disiplin, dan strategi disaster recovery yang tepat (dimana proses recovery dapat dilakukan dalam hitungan menit saja).


Pembuatan LTSP, yaitu jaringan server dan client diskless (tanpa hardisk). Versi 3.1.0 merupakan paket terpadu RedHat 9.0 + LTSP + OpenOffice, dll.
LTSP (Linux Terminal Server Project) merupakan proyek yang bertujuan membuat workstation berbasis Linux dengan memanfaatkan komputer murah namun mampu menjalankan mode text maupun grafis. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan komputer usang (486 keatas) dan tanpa menggunakan floppy maupun hardisk (diskless).
Dengan LTSP, workstation dengan konfigurasi minimal (486, 8Mb RAM tanpa HD) mampu menjalankan berbagai macam aplikasi grafis karena seluruh aplikasi ditaruh pada satu server. Dengan demikian yang diperlukan adalah sebuah server yang cukup powerful dan beberapa (banyak) client workstation diskless.



Kelebihan LTSP(Linux Terminal Server Project)

1. Bebas biaya lisensi : karena berlisensi GPL (open source). Bandingkan misalnya dengan solusi Windows Terminal Server, atau Citrix, yang bisa dengan mudah menembus angka ribuan atau puluhan ribu dolar.
2. Fleksibel, mudah di upgrade : saya telah mengalami sendiri bagaimana mudahnya upgrade ke versi terbarunya; cukup install versi terbaru (yang akan terpasang di direktori yang berbeda dari versi sebelumnya), copy file-file konfigurasi yang lama — dan voila, selesai.
3. Netral : apapun distro Linux yang anda gunakan, hampir bisa dipastikan bahwa LTSP bisa dipasang disitu.



membuat router menggunakan debian 4

membuat router menggunakan debian 4

1.setting eth0 untuk jaringan local dan eth1 untuk yg konek ke internet /etc/network/interfaces :

auto lo

iface lo inet loopback

allow-hotplug eth0

auto eth0

iface eth0 inet static

address 172.16.1.1

netmask 255.255.255.0

broadcast 172.16.1.255

network 172.16.1.0

auto eth1

iface eth1 inet static

address 192.168.1.101

netmask 255.255.255.0

gateway 192.168.1.250

broadcast 192.168.1.255

network 192.168.1.0


2. Setting iptables :

..:: Sekarang saatnya edit Routing Setting :

**Edit file ipv4_forward untuk memForwardkan ip dari 2 eth.


#vi /etc/network/options

ip_forward = yes

spoofprotect = yes

syncookies = no

**Masukkan rule iptables untuk share internet dari eth1 ke eth0.

#iptables -A PREROUTING -t nat -j REDIRECT -p tcp -s 172.16.1.0/24 -d 0/0 --dport 80 --to-ports 8080 (apabila sudah ada squid)

jika belum ada squid

#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth1 -s 172.16.1.0/24 -j MASQUERADE

#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth1 -j MASQUERADE

save iptables:

#iptables-save > /etc/iptables.conf

#echo "iptables-restore < /etc/iptables.conf" >> /etc/network/if-up.d/iptables

#chmod 755 /etc/network/if-up.d/iptables

Kemudian buatlah sebuah file dengan nama iptables pada direktori /etc/network/if-up.d/iptables:

vi /etc/network/if-up.d/iptables

didalamnya ketikkan perintah:

#!/bin/sh

iptables-restore < /etc/ iptables.conf

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4 /ip_forward

3. Setting ip forward :

#nano /etc/sysctl.conf

Hilangkan(#)

net.ipv4.conf.default.rp_filter=1

net.ipv4.ip_forward =1

net.ipv4.conf.default.forwarding=1

net.ipv6.conf.default.forwarding=1

#sysctl -p /etc/sysctl.conf -A (untuk merestart ip forward)

# sysctl -A|grep forward (untuk melihat proses forward)



4. Setting Squid

#apt-get install squid

setelah itu configure di

#nano /etc/squid/squid.conf

Anda rubah sesuai kebutuhan :

http_port 8080 transparent (sesuaikan dengan ip address anda)

httpd_accel_host virtual

httpd_accel_port 80

httpd_accel_with_proxy on

httpd_accel_uses_host_header on

acl localnet src 172.16.1.0/24 (untuk memberikan share koneksi ke local)

http_access allow localhost

acl sex dstdomain "/etc/squid/porno.txt" (untuk blok situs dengan nama domain)

acl porn url_regex -i "/etc/squid/ktporno" (untuk blok dengan kata)

http_access deny sex

http_access deny porn

http_access allow localhost

http_access allow localnet

acl localnet src 172.16.1.0/24

http_access allow localnet

httpd_accel_with_proxy on

save squid

#/usr/sbin/squid start

#/usr/sbin/squid stop

#/usr/sbin/squid -k reconfigure (restart squid)

di rc.local ditambahi file :

/bin/rm -f /var/run/squid.pid

untuk mengetest squid

#tail -f /var/log/squid/access.log

untuk mengecek apakah setingan squid kita sudah benar dengan perintah :

##squid -NCd1

5. restart network

# /etc/init.d/networking restart

Reconfiguring network interfaces...done.

Maka konfigurasi tidak ada masalah…

Ok Jadilah sebuah PC Router sederhana








pengertian router

Router

Router adalah alat yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang berbeda. Pada dasarnya router adalah sebuah alat pada jaringan komputer yang bekerja di network layer pada lapisan OSI. Pada router terdapat routing table yaitu tabel yang berisi alamat-alamat jaringan yang dibutuhkan untuk menentukan tujuan dari paket-paket data yang akan dilewatkan .

Router sendiri terdiri dari dua macam yaitu buatan dari vendor dan memanfaatkan komputer yang kita miliki dirumah untuk dijadikan router. Beberapa vendor router yang ada dipasaran adalah Cisco, 3com dan lain-lain. PC router (Personal Computer router) yaitu PC yang berfungsi sebagai router dengan menjalankan sistem operasi yang memiliki kemampuan meneruskan paket dari jaringan satu ke jaringan yang lain. Pada makalah ini akan dibahas pembuatan router dengan memanfaatkan komputer yang kita miliki dirumah.

Kita dapat memanfaatkan operating system (OS) XP dan personal computer yang kita miliki dirumah dibuat menjadi sebuah router yaitu dengan menambahkan 2 buah card network interface (NIC). Jika komputer kita sudah memiliki NIC misalnya PC onboard maka kita cukup menambahkan 1 buah NIC saja. Implementasi dari router ini kita bisa membuat suatu jaringan LAN dengan kelas yang berbeda misalnya kelas B dan kelas C dengan bantuan router supaya bisa saling berhubungan.





Setting Router Di Debian 4.0

Setting Router Di Debian 4.0


Pertama-tama siapkan komputer dengan 2 lan card yaitu eth0 dan eth1.

1. Pastikan program iptables udah terinstall

2. Kemudian buka konsole

3. Hapus aturan-aturan yang sudah ada dengan perintah sebagai berikut:
iptables –flush
iptables –table nat –flush
iptables –delete-chain
iptables –table nat –delete-chain

4. Kemudian lakukan pengaturan untuk masquerade dan forwarding dengan perintah sebagai berikut:
iptables –table nat –append POSTROUTING –out-interface eth0 -j MASQUERADE
iptables –append FORWARD –in-interface eth1 -j ACCEPT
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward




5. Simpan aturan firewall yang telah dibuat dengan perintah sebagai berikut:
iptables-save > /etc/firewall.conf

6. Kemudian buatlah sebuah file dengan nama iptables pada direktori /etc/network/if-up.d/iptables:
vi /etc/network/if-up.d/iptables
didalamnya ketikkan perintah:

#!/bin/sh

iptables-restore < /etc/firewall.conf

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Kemudian simpan file tersebut

7. Berikan akses untuk eksekusi agar aturan firewall yang telah dibuat dapat digunakan sejak proses booting dengan perintah:

chmod +x /etc/network/if-up.d/iptables

8. Restart Komputer anda untuk melakukan pengetesan aturan iptables.

9. Selesai.




Setting Router di Linux RedHat 9

IP Address yang tercantum dalam tutorial ini, hanya sebagai gambaran dalam melakukan setting saja, sehingga
jika dibuat manjadi sesuatu kenyataan di lapangan harap disesuaikan dengan kenyataan yang ada.
berikut adalah skema jaringan yang akan dibangun…………..




Pertama yang harus di lakukan adalah mensetting serv(gateway utama) supaya bisa terhubung ke internet
Sebelum Mensetting :
1.Minta IP public ke ISP lengkap dengan netmask,broadcast dan dns nya
misalnya :
IP: 202.169.229.25
GATEWAY : 202.169.229.1
Nemast: 255.255.255.192
broadcast : 202.192.224.63
DNS1: 202.169.224.3
DNS2: 202.169.224.4

2.Menentukan IP local yang akan kita gunakan buat client

Setting IP serv :
1.[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network
lalu isi dengan :

NETWORKING=yes
HOSTNAME=serv.domain.com
GATEWAY=202.169.229.1

lalu simpan dengan menekan :wq

2.Menconfigurasi IP eth0(default)

[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
lalu isi dengan :

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
IPADDR=202.169.229.25
BROADCAST=202.169.229.63
NETMASK=255.255.255.192
ONBOOT=yes
USERCTL=no

lalu simpan dengan menekan :wq

3.Setting dns resolve

[root@serv root]$ vi /etc/resolve.conf
lalu isi dengan nameserver dari isp kita tadi :

nameserver 202.169.224.3
nameserver 202.169.224.4

lalu simpan dengan menekan :wq

4.Setting ip_forwarding

[root@serv cachak]$ vi /etc/sysctl.conf

rubah net.ipv4.ip_forward = 0 menjadi net.ipv4.ip_forward = 1
atau kalau gak ada net.ipv4.ip_forward = 0 tambahin net.ipv4.ip_forward = 1

simpan dengan menekan :wq

5.restart network
[root@serv cachak]$ /etc/init.d/network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]

[root@www root]#chkconfig –level 2345 network on
[root@www root]#

6.testing dengan ping ke default gateway 202.169.229.1

[root@serv root]$ ping 202.159.121.1
Pinging 202.169.229.1 with 32 bytes of data:
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63

Ping statistics for 202.169.229.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 10ms, Maximum = 10ms, Average = 10ms

7.testing untuk ngeping google.com untuk ngecek dns nya
kalau muncul :
PING google.com (216.239.39.99) 56(84) bytes of data.
berarti dns kita untuk serv dah bekerja, tapi kalau muncul :
ping: unknown host google.com
berarti dns yang kita isikan di /etc/resolve.conf masih salah,silahkan cek lagi ke ISP nya

nah bereskan sudah setting IP untuk serv nya
supaya serv ini bisa sekaligus di gunakan sebagai ns server oleh client maka harus di install daemon bind atau daemon nameserver yang lain
atau kalau sudah ada tinggal hidupin Bind nya

[root@www root]# /etc/init.d/named restart
Stopping named: [ OK ]
Starting named: [ OK ]
[root@www root]#chkconfig –level 2345 named on
[root@www root]#

misalnya ip ke client adalah :
192.168.0.1/24
IP : 192.168.0.1
netmask : 255.255.255.0
broadcast : 192.168.0.255
RANGE IP CLIENT : 192.168.0.2-192.168.0.254

Setting ip untuk eth1 (yang ke client)
1.memberi IP 192.168.0.1 di eth1
[root@serv cachak]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
lalu isi dengan :

DEVICE=eth1
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.0.1
NETMASK=255.255.255.0
BROADCAST=192.168.0.255
ONBOOT=yes
USERCTL=no

lalu simpan dengan menekan :wq

2.Restart networknya

[root@serv root]$ /etc/init.d/network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down interface eth1: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]
Bringing up interface eth1: [ OK ]

3.Testing dengan cara ping ip eth1
[root@serv cachak]$ ping 192.168.0.1
PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=1 ttl=63 time=0.356 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=2 ttl=63 time=0.269 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=3 ttl=63 time=0.267 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=4 ttl=63 time=0.268 ms

— 192.168.0.1 ping statistics —
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2997ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.267/0.290/0.356/0.038 ms

Tinggal Setting IP computer client dengan ketentuan di bawah ini :

IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1

misal :

Client01
===============================
IP: 192.168.0.2
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1

Client02
===============================
IP: 192.168.0.3
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1

dan seterusnya sesuai banyaknya client,yang berubah hanya IP
untuk client windows maka setting IP di bagian Start Menu/Setting/Control Panel/Network

setelah di setting ip client, maka coba ping ke 192.168.0.1 dari client,kalau berhasil berarti client dan serv nya sudah tersambung.

Setting serv supaya client bisa internat dengan menggunakan NAT

1.Matikan iptablesnya

[root@serv root]# /etc/init.d/iptables stop
Flushing all chains: [ OK ]
Removing user defined chains: [ OK ]
Resetting built-in chains to the default ACCEPT policy: [ OK ]
[root@serv root]#

2.Tambahkan iptables untuk Source NAt sesuai dengan ip di eth0
[root@serv root]# /sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.0.0/24 -j SNAT –to-source 202.159.121.2
[root@serv root]# /sbin/iptables-save > /etc/sysconfig/iptables
[root@serv root]# /etc/init.d/iptables restart
Flushing all current rules and user defined chains: [ OK ]
Clearing all current rules and user defined chains: [ OK ]
Applying iptables firewall rules: [ OK ]
[root@serv root]# iptables-save











Instalasi Windows 2000 Server

Instalasi Windows 2000 Server

Instalasi merupakan langkah awal yang harus Anda pahami sebelum menggunakan
Windows 2000 Server dalam jaringan. Kesempurnaan proses instalasi akan sangat
mempengaruhi kinerja mesin server. Pemahaman yang baik mengenai persyaratan dan
proses instalasi juga akan sangat membantu dalam proses troubleshooting serta optimasi sistem server.





Persyaratan Hardware dan Software
Agar sistem Windows 2000 Server dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan hardware
dan software yang sesuai dengan persyaratan minimal. Berdasarkan informasi resmi dari
website Microsoft, persyaratan hardware yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi
Windows 2000 Server adalah sebagai berikut :
Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, spesifikasi yang disebutkan di atas adalah
kebutuhan minimum agar Windows 2000 Server dapat terinstal dalam komputer. Apabila
Anda serius menjadikan sebuah komputer sebagai server jaringan, maka sangat
disarankan menggunakan mesin kelas Pentium III dengan RAM 256 MB untuk
memperoleh kinerja maksimal. Untuk menjalankan berbagai latihan dalam buku ini
disarankan anda menggunakan komputer Pentium 200 MHz dengan RAM 128 MB. Pada
prinsipnya semakin tinggi spesifikasi hardware Anda maka performa sistem akan
semakin baik. Anda perlu memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persyaratan
software terutama bila Anda akan melakukan upgrade Windows NT Server 4.0 atau
instalasi dual boot. Ada dua jenis sistem operasi yang dapat diupgrade menjadi Windows
2000 Server yaitu :
§ Windows NT Server 3.51
§ Windows NT Server 4.0
Masing-masing sistem operasi tersebut harus diinstal Service Pack minimal versi 3
sebelum diupgrade ke Windows 2000 Server. Anda dapat menginstal lebih dari satu
sistem operasi dalam satu harddisk dengan syarat sistem partisi pada harddisk Anda
memenuhi persyaratan untuk sistem operasi yang akan diinstal. Prosedur lebih lanjut
mengenai instalasi dual boot akan dijelaskan dalam sub bab berikutnya.
Persyaratan File System dan Partisi
Pilihan file system akan sangat berpengaruh terhadap jenis sistem operasi yang dapat
disimpan dalam harddisk. Setiap file system memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing,
sehingga Anda harus menentukan file system yang benar-benar sesuai dengan
kebutuhan anda. Sistem operasi Windows NT baik versi Server maupun Workstation
hanya mendukung sistem file FAT16 dan NTFS. Sedangkan keluarga Windows 2000
mendukung sistem file FAT16, FAT32, maupun NTFS. Anda harus memperhatikan
dukungan sistem file terhadap setiap jenis sistem operasi terutama jika Anda ingin
mengkonfigurasi instalasi dual boot. Karakteristik setiap jenis file system dalam sistem
operasi Windows dapat dilihat pada tabel berikut :
Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa kemampuan maksimum keluarga Windows NT
dan Windows 2000 hanya dapat digunakan bila diinstal pada partisi NTFS. Dengan
menggunakan sistem file NTFS anda dapat melakukan proteksi security hingga ke tingkat
file, dibandingkan dengan partisi jenis FAT yang hanya dapat memberikan security
hingga tingkat folder. Keuntungan menggunakan sistem file FAT16 adalah dukungan
yang luas terhadap berbagai sistem operasi. Partisi jenis ini merupakan pilihan tepat bila
anda akan ingin mengkonfigurasi instalasi dual boot antara Windows NT dengan
Windows 2000 atau Windows 95. Kekurangan utama FAT16 adalah metode
penyimpanan yang kurang efisien, sehinnga ruang harddisk anda akan lebih cepat penuh
dibandingkan bila Anda menggunakan FAT32 atau NTFS.
Teknik Partisi
Harddisk yang akan Anda gunakan dapat dipartisi dalam beberapa logical partition.
Partisi adalah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut pembagian logical dari
sebuah harddisk. Misalkan anda memiliki sebuah harddisk berkapasitas 10 GB, maka
anda dapat membaginya menjadi dua logical partition yaitu drive C sebagai primary
partition sebesar 4 GB dan sisanya drive D sebesar 6 GB sebagai secondary partition.
Anda dapat membagi lagi secondary partition tersebut menjadi beberapa logical drive
sesuai dengan kepentingan Anda. Dalam menentukan ukuran partisi Anda perlu
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Berapa jenis dan berapa banyak sistem operasi yang akan anda instal dalam harddisk.
Kebutuhan ruang harddisk, misalkan anda akan menginstal Windows 2000 Server di
drive C maka disarankan ruang kosong sebesar 1GB ditambah space untuk menginstal
berbagai macam software aplikasi.
Lokasi system partition dan boot partition Windows 2000 Server. System partition berisi
berbagai file yang dibutuhkan Windows 2000 Server untuk melakukan booting, yang
secara default terinstal pada active partition, umumnya drive C. Boot partition adalah
partisi yang berisi folder WINNT dimana file-file Windows 2000 Server tersimpan.
Ukuran boot partition disarankan minimal 1GB, yang lokasinya secara default ada di
drive C tetapi Anda dapat menentukan lokasi lain sesuai dengan ukuran partisi harddisk
Anda.
Anda dapat melakukan partisi harddisk dengan menggunakan utility FDISK yang
terdapat dalam MS DOS atau dengan aplikasi pihak ketiga seperti Partition Magic.
Penulis mengasumsikan Anda sudah cukup memahami penggunaan utility FDISK
sehingga tidak akan dibahas secara detil dalam buku ini. Apabila Anda belum memahami
penggunaan utility untuk partisi ini, silahkan membaca dokumentasi ataupun help file
dalam MS DOS.
Pilihan Metode Instalasi
Untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server dapat digunakan beberapa metode
sebagai berikut :
1) CDROM Bootable
Cara ini paling mudah dan cepat untuk dilakukan. Anda harus mengkonfigurasi
BISO komputer untuk booting dari CDROM. Sebuah tampilan text based akan
memberikan beberapa pertanyaan mengenai lokasi penempatan Windows 2000
dan sistem partisi yang digunakan.
2) Setup Disk
Metode ini memerlukan waktu paling lama, penulis tidak merekomendasikan
cara ini kecuali anda tidak memiliki CDROM drive yang dapat digunakan
secara bootable. Sebelum melakukan instalasi anda perlu membuat setup disk
dari komputer lain yang sudah terinstal Windows 2000 Server.
3) Instalasi dari OS lain
Apabila anda telah memiliki sistem operasi lain di komputer, maka dapat
langsung menjalankan proses instalasi dengan memasukkan CDROM Windows
2000 Server dan memanfaatkan proses autorun.
Untuk konfigurasi dual boot, pilihlah option kedua. Sedangkan untuk
mengupgrade Windows NT Server ke Windows 2000 Server pilihlah option ke-1.
Proses instalasi dilanjutkan dengan mencopy temporary file ke harddisk, booting
ulang, dan selanjutnya tampil dialog text based sebagaimana instalsi dengan
CDROM bootable.




Instalasi Windows 2000 Server

Instalasi merupakan langkah awal yang harus Anda pahami sebelum menggunakan Windows 2000 Server dalam jaringan. Kesempurnaan proses instalasi akan sangat mempengaruhi kinerja mesin server. Pemahaman yang baik mengenai persyaratan dan proses instalasi juga akan sangat membantu dalam proses troubleshooting serta optimasi sistem server.


2.1 Persyaratan Hardware dan Software

Agar sistem Windows 2000 Server dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan hardware dan software yang sesuai dengan persyaratan minimal. Berdasarkan informasi resmi dari website Microsoft, persyaratan hardware yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server adalah sebagai berikut :
Komponen
Spesfikasi Minimum
Spesifikasi Yang Disarankan
Processor
Pentium 133
Pentium 166
RAM
128 MB
256 MB
Harddisk
2 GB dengan space
Sesuai dengan data yang akan



bebas minimal 1 GB
disimpan di server
Display
VGA Card dan monitor yang mendukung resolusi 640 x 480
Mendukung resolusi 1024 x 768
CDROM Drive
12X Speed, tidak dibutuhkan untuk instalasi lewat jaringan
Lebih tinggi dari 12X
Network Card
Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan
Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan
Disk Drive
Disk drive 3.5” , untuk instalasi dengan disket.
Disk drive 3.5” , untuk instalasi dengan disket.


spesifikasi yang disebutkan di atas adalah kebutuhan minimum agar Windows 2000 Server dapat terinstal dalam komputer. Apabila Anda serius menjadikan sebuah komputer sebagai server jaringan, maka sangat disarankan menggunakan mesin kelas Pentium III dengan RAM 256 MB untuk memperoleh kinerja maksimal.
Untuk menjalankan berbagai latihan dalam buku ini disarankan anda menggunakan komputer Pentium 200 MHz dengan RAM 128 MB. Pada prinsipnya semakin tinggi spesifikasi hardware Anda maka performa sistem akan semakin baik.
Anda perlu memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persyaratan software terutama bila Anda akan melakukan upgrade Windows NT Server 4.0 atau instalasi dual boot. Ada dua jenis sistem operasi yang dapat diupgrade menjadi Windows 2000 Server yaitu :

• Windows NT Server 3.51

• Windows NT Server 4.0

Masing-masing sistem operasi tersebut harus diinstal Service Pack minimal versi 3 sebelum diupgrade ke Windows 2000 Server. Anda dapat menginstal lebih dari satu sistem operasi dalam satu harddisk dengan syarat sistem partisi pada harddisk Anda memenuhi persyaratan untuk sistem operasi yang akan diinstal. Prosedur lebih lanjut mengenai instalasi dual boot akan dijelaskan dalam sub bab berikutnya.

2.2 Persyaratan File System dan Partisi

Pilihan file system akan sangat berpengaruh terhadap jenis sistem operasi yang dapat disimpan dalam harddisk. Setiap file system memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga Anda harus menentukan file system yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda.
Sistem operasi Windows NT baik versi Server maupun Workstation hanya mendukung sistem file FAT16 dan NTFS. Sedangkan keluarga Windows 2000 mendukung sistem file FAT16, FAT32, maupun NTFS. Anda harus memperhatikan dukungan sistem file terhadap setiap jenis sistem operasi terutama jika Anda ingin mengkonfigurasi instalasi dual boot. Karakteristik setiap jenis file system dalam sistem operasi Windows dapat dilihat pada tabel berikut :
Karakteristik
FAT16
FAT32
NTFS
Sistem operasi yang didukung
DOS
Windows 3.11
Windows 9X
Windows 95 OSR2
Windows 98
Windows NT
Windows 2000
Windows NT
Windows 2000
Windows 2000
Efisiensi penggunaan space harddisk
Tidak
Ya
Ya
Kemampuan kompresi dan quota
Tidak
Tidak
Ya
Enkripsi dan local security
Tidak
Tidak
Ya
Dukungan network security
Ya
Ya
Ya
Ukuran partisi maksimum
2GB
32GB
2TB
cukup memahami penggunaan utility FDISK sehingga tidak akan dibahas secara detil dalam buku ini. Apabila Anda belum memahami penggunaan utility untuk partisi ini, silahkan membaca dokumentasi ataupun help file dalam MS DOS.

2.4 Pilihan Metode Instalasi
Untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server dapat digunakan beberapa metode sebagai berikut :

1) CDROM Bootable

Cara ini paling mudah dan cepat untuk dilakukan. Anda harus mengkonfigurasi BISO komputer untuk booting dari CDROM. Sebuah tampilan text based akan memberikan beberapa pertanyaan mengenai lokasi penempatan Windows 2000 dan sistem partisi yang digunakan.

2) Setup Disk

Metode ini memerlukan waktu paling lama, penulis tidak merekomendasikan cara ini kecuali anda tidak memiliki CDROM drive yang dapat digunakan secara bootable. Sebelum melakukan instalasi anda perlu membuat setup disk dari komputer lain yang sudah terinstal Windows 2000 Server.

3) Instalasi dari OS lain

Apabila anda telah memiliki sistem operasi lain di komputer, maka dapat langsung menjalankan proses instalasi dengan memasukkan CDROM Windows 2000 Server dan memanfaatkan proses autorun.
Untuk konfigurasi dual boot, pilihlah option kedua. Sedangkan untuk mengupgrade Windows NT Server ke Windows 2000 Server pilihlah option ke-1. Proses instalasi dilanjutkan dengan mencopy temporary file ke harddisk, booting ulang, dan selanjutnya tampil dialog text based sebagaimana instalsi dengan CDROM bootable.
2.5 Praktek Instalasi Windows 2000 Server
Untuk menginstal sebuah sistim oprasi windows 2000 server maka yang akan anda siapkan adalah sebagai berikut….
1.Siapkan 1 buah pc lengkap dengan kapasitasnya untuk menginstalwindows 2000 server
2.setting bios dengan first boot pada cdrom
3.masukan cdrom installer win2000server
4.dan akan tampil tampilan spt ini ketika cdinstaller diload oleh komputer
5.press f6 jika anda ingin menginstall additional SCSI adapters atau storage devices
6.tambahan jika tidak lewatkan saja dgn tanpa memencet tombol f6,
7.selang beberapa waktu akan tampil tampilan welcome setup
8.tekan enter untuk melanjutkan installasi selanjutnya Anda akan diminta utk membaca
agrremen instalasi silahkan dibaca lalu tekan tombol F8, selalnjutnya anda diminta utk menentukan partisi]
9.kemudian anda akan diminta untuk membuat sebuah partisi yang akan digunakan sebagai
partisi sitem nanti silahakan tentukan besar pertisi anda dan kemudian tekan enter
10.buatlah 2 partisi 1 partisi untuk sistem anda dan satu partisi untuk data server anda tentukan besar partisi sesuai dengan keinginan anda
11.tekan enter dan akan tampil tampilan seperti dibawah ini maka pilih opsi pertama untuk memformat dengan sistem file NTFS
12.dan sistem segera melakukan pemformatan pada hardisk yang akan diinstall sistem windows 2000 server
13.setelah hardisk sitem selesai di format maka windows akan mengcopy file file yang dibutuhkan dalam instalasi
14.setelah file file selesai di copy ke dalam hardisk sistem selanjutnya windows melakukan
inisialisasi konfigurasi dan sesaat kemudian restart , kemudian startup untuk melanjutkaninstakasi dalam bentuk GUI
15.selanjutnya tampil jendela welcome setup wizard dari windows untuk melanjutkan proses instalasi berikutnya
16.klik next untuk memulainya dan windows akan melakukan pendeteksian untuk penginstallan device device pada server anda
17.setelah selesai melakukan instalasi pada device device server anda, maka tiba saat nya untukmelakukan regional setting utk menentukan sistem local, layout keyboard, dsb, sesuai dengankebutuhan anda
18.kemudian klik next dan isikan nama anda pada tampilan berikut nya berikutnya
19.setelah mengisinya klik next anda diminta mengisi number
licensi key pada produk windows perhatikan dengan benar dan teliti
20.setelah selesai di isi klik next dan akan tampil wizard licensing mode yang bertujuan untuk menetapkan berapa jumlah client yang akan konek ke server anda nanti,
21.setelah itu klik next dan isikan nama administrator berikut passwordnya di kolom bawahnya
22.klik next utk melanjutkan dan tampil wizard windows 2000 component klik next saja, karena kita bisa menambahkan komponen komponen yang diperlukan nanti setelah instalasi selesai
23.Klik next dan sesuaikan tanggal dan zona waktu dengan waktu daerah anda
24.Klik next kemudian windows akan menginstal software network server anda
25.setelah selesai maka windows akan menginstall komponen untuk server
anda
26.kemudian melakukan final installation utuk menyelesaikan semua instalasi
27.setelah selesai maka akan tampil wizard yang memberitahukan bahwa instalasi telah selesai d ilakukan
28.klik finish kemudian windows akan restart untuk memulai sistem operasi windows
2000 server kita untuk pertama kali nya
29.dan kemudian akan tampil jendela awal ketika anda akan masuk ke dalam server yang meminta
anda menekan tombol ctrl + alt + del pada keyboard anda
30.tekanlah ctrl + alt + del dan jendela login disuguhkan kehadapan anda
31.sekarang anda sudah bisa menggunakan server anda namun silahkan masukan
password administrator yang tadi telah anda buat, setelah anda memasukan password anda dan logon ke dalam server maka anda
akan menemui sebuah wizard configure your server untuk melakukan tahap tahap konfigurasiserver anda berikutnya,






CITRIX METAFRAME

Apa itu CitriX ?
Citrix MetaFrame Presentation Server yang berbasis server-based computing menjadi sangat populer karena mempermudah administrasi software aplikasi pemakai.Hal ini dimungkinkan karena instalasi software dan update hanya perlu dilakukan pada MetaFrame server saja. Demikian pula, karena semua aplikasi diproses pada server tersebut, maka hardware yang diperlukan oleh komputer pemakai tidak membutuhkan kinerja tinggi dan dapat menggunakan sistem operasi apa saja seperti Windows 98, NT, 2000, XP, MAC, atau Linux, sehingga murah biayanya.Pemahaman mendalam mengenai teknologi ini sangat bermanfaat untuk



meningkatkan karier Anda di bidang administrasi jaringan.Pembahasan dalam buku ini mencakup:Sejarah server-based computing Pengenalan Citrix MetaFrame Persyaratan dan perencanaan instalasi Citrix MetaFrame Administration dan Management Console Windows Server 2003 Mempublikasikan aplikasi Peralatan komputer pengguna.Dan masih banyak lagi pembahasan lainnya.



Membuat PC Router Dengan Ubuntu Untuk Setting Jaringan LAN - WAN (Networking Tutorial)

Membuat PC Router Dengan Ubuntu Untuk Setting Jaringan LAN - WAN (Networking Tutorial)

Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Jenis router ada yang diproduksi oleh vendor tertentu (cisco, juniper, dst) atau yang dapat difungsikan menggunakan komputer (pc router).




PC (Personal Computer) Router adalah sebuah komputer yang berfungsi sebagai router. PC Router dapat diterapkan dengan menggunakan spesifikasi minimal :
aka akan terlihat seperti berikut :
untuk ip static :
—————cut————–
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
SNAT 0 — 192.168.0.0/24 anywhere to:10.10.1.81
—————cut————–

untuk ip DHCP :
—————cut————–
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
MASQUERADE 0 — 192.168.0.0/24 anywhere


Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Jenis router ada yang diproduksi oleh vendor tertentu (cisco, juniper, dst) atau yang dapat difungsikan menggunakan komputer (pc router).

PC (Personal Computer) Router adalah sebuah komputer yang berfungsi sebagai router. PC Router dapat diterapkan dengan menggunakan spesifikasi minimal :
- Dua buah NIC
- OS *nix (BSD, Linux, Unix), OS Windows Server, Open Solaris, dst
Pada installasi kali ini, kita akan membuat PC Router dengan menggunakan OS Linux Ubuntu Desktop 7.10 Punyanya “Om Gusty”.

Saat ini aku make dua buah lan cards yang satu buat ke luar dan yang atunya buat ke dalam.

KONFIGURASI
1. Konfigurasi IP address
* eth0 : IP Address 10.10.1.81 Netmask 255.255.255.0
* eth1 : IP Address 192.168.0.1 Netmask 255.255.255.0
* DNS Server : 127.0.0.1 (disesuaikan dengan punya kita yang konek internet)
* Search Domains : perusahaan.com (boleh di isi boleh gak)

perintah seting ip (bisa lewat gui, tp ni ak pake terminal):
* sudo ifconfig eth0 10.10.1.81 netmask 255.255.255.0 (lan card 1)
* sudo ifconfig eth 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0 (lan card 2)
* route add default gw 10.10.1.1 (klo pake modem ya GATEWAY nya modem)

klik panel System->Administration->Network trus meminta password administrasi, maka masukan password user yang pertama kali dibuat. Pilih bagian eth0 (network eksternal) lalu klik “Properties” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan :

* IP address : 10.10.1.81
* Subnet mask : 255.255.255.0
* Gateway address : 10.10.1.1 (Gateway di isi sesuai dengan ip modem ato alat yg konek internet tu pokoke)

Lalu klik tombol “OK“.

Pilih bagian eth1 (network internal) lalu klik “Properties” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan :

* IP address : 192.168.0.1
* Subnet mask : 255.255.0.0
* Gateway address :

Lalu klik tombol “OK“.
Gateway pada eth1 dikosongkan, karena router harus menentukan default gateway-nya. Sedangkan default gateway yang digunakan adalah yang melalui eth0.
Lanjuttt …. Pilih tab “General“. Masukan :

* Host name : PCrouter
* Domain name : Nyobain.com

Pilih tab “DNS“
Klik “Add” pada bagian “DNS Servers” lalu masukan IP Address dns servernya yaitu 127.0.0.1, tekan enter. Itu Kita memasukan IP Address localhost (127.0.0.1) karena kita akan menggunakan DNS local untuk semua manajemennya. Ato klo make koneksi lainnya disesuaikan aja yah.
Klik “Add” pada bagian “Search domains” lalu masukan Nyobain.com, tekan enter
Tekan tombol “Close” apabila konfigurasi sudah sesuai. Secara otomatis seharusnya IP Address sudah terkonfigurasi sendiri, apabila masih belum maka bisa direstart networknya atau restart aja komputernya

2. Konfigurasi IP Forward
IP Forward adalah suatu system yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari suatu jaringan ke jarinagn yang lain. Untuk mengkonfigurasinya, kita perlu mengubah modul kernel ip_forward menjadi enable. Tapi sebelumnya ubah password root dahulu biar gak ngerepotin nantinya. Klik panel System->Administration->Users and Groups. Pilih login name “root“, lalu klik Properties. Dibagian “Password“, ubah :

* User password : password_root
* Confirmation : password_root

Atau “Generate random password“, apabila ingin menggunakan password yang dibuat secara random. Lalu klik tombol “OK“.
Untuk mengaktifkan IP Forward, kita dapat mengklik panel Applications->Accecories->Terminal Setelah muncul terminalnya, ketik perintah :

* su -
* Password : password_root

Maka kita sudah masuk ke mode root, dengan ditandai oleh tanda “#” (tanda kress). Lalu dilanjutkan dengan perintah berikut :

* echo “net.ipv4.ip_forward=1? >> /etc/sysctl.conf
* sysctl -p /etc/sysctl.conf

Apabila pada file /etc/systecl.conf sudah terdapat entry-an “net.ipv4.ip_forward=0“, maka ubah saja nilainya menjadi 1. Untuk mengubah nilainya dapat menggunakan editor “pico” ato “vi“ ato “nano” ato apalah perintah linux lainnya. Untuk mengecek apakah IP Forward sudah diaktifkan pada PC, maka jalankan perintah berikut :

* sysctl net.ipv4.ip_forward

Apabila hasilnya adalah 1, maka IP Forward sudah di enable. Selanjutnya paket-paket yang dikirim oleh network sudah dapat diteruskan ke network yang lainnya.

3. Konfigurasi IP yang Dituju pada saat Nge-routing
Perintah yang aku pakai di bawah ini buat ip yang static :

* sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j SNAT –to 10.10.1.81

Sedangkan untuk IP yang DHCP bisa pakai cara mas Hanadi :


* sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE

untuk mengecek hasilnya ketikan perintah berikut :

* iptables -L -t nat

Maka akan terlihat seperti berikut :
untuk ip static :
—————cut————–
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
SNAT 0 — 192.168.0.0/24 anywhere to:10.10.1.81
—————cut————–

untuk ip DHCP :
—————cut————–
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
MASQUERADE 0 — 192.168.0.0/24 anywhere
—————cut————–

Konfigurasi IP Masquerade tidak bersifat permanen, maka disarankan untuk mengaplikasikan cara berikut :

* pico /etc/init.d/iptables
Isikan file tersebut dengan entry-an berikut :
—–start—–

#!/bin/sh
#
#This is a ubuntu adapted iptables script from gentoo
#(http://www.gentoo.org) which was originally distributed
# under the terms of the GNU General Public License v2
#and was Copyrighted 1999-2004 by the Gentoo Foundation
#
#This adapted version was intended for and ad-hoc personal
#situation and as such no warranty is provided.

IPTABLES_SAVE=”/etc/default/iptables-rules”
SAVE_RESTORE_OPTIONS=”-c”
SAVE_ON_STOP=”yes”

checkrules() {
if [ ! -f ${IPTABLES_SAVE} ]
then
echo “Not starting iptables. First create some rules then run”
echo “\”/etc/init.d/iptables save\””
return 1
fi
}

save() {
echo “Saving iptables state”
/sbin/iptables-save ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} > ${IPTABLES_SAVE}
}

start(){
checkrules || return 1
echo “Loading iptables state and starting firewall”
echo -n “Restoring iptables ruleset”
start-stop-daemon –start –quiet –exec /sbin/iptables-restore — ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} &2
exit 1
;;
esac

exit 0






BELAJAR MEMBUAT PC ROUTER SEDERHANA (windows dan linux)

Router biasa dikenal sebagai perangkat yang mampu menghubungkan dua atau lebih jaringan serta mampu menentukan jalur yang paling optimal untuk mentransfer data antara dua atau lebih jaringan (berada di layer 3 / network). Karena harga sebuah dedicated router cukup lumayan sangat mahal, maka sebagian orang mencari alternatif laen untuk menjalankan tugas router. Dibuatlah PC Router.


BELAJAR MEMBUAT PC ROUTER SEDERHANA (windows dan linux)




Kali ini saya mencoba untuk meng-koneksi-kan keempat komputer dimana terdapat dua buah network id, artinya terdapat dua jaringan berbeda yang dihubungkan oleh sebuah router (PC yang telah disulap menjadi router). Agar terlihat sedikit agak rumit, saya mencoba untuk menggunakan 2 OS yg cukup beken yakni Windows dan Linux Gentoo. Langkah - langkahnya adalah :

1. Pertama, saya melakukan setting pada PC windows (host 4) di jaringan 192.168.15.0/24 dengan memberi IP address 192.168.15.2 netmask 255.255.255.0, kemudian gateway-nya diarahkan ke alamat 192.168.15.1 (alamat PC router yang berhubungan dengan network 192.168.15.0/24). Caranya adalah :
- masuk ke menu Local Area Connetion Properties -> Internet Protocol (TCP/IP) Properties -> setting IP address, subnetmask, dan default gateway-nya

2. Sebelum melakukan setting pada PC Router, terlebih dahulu saya melakukan setting pada jaringan 192.168.12.0/24 yaitu dengan memberi IP address pada PC Linux (host 1) dengan alamat 192.168.12.4, karena pake Linux maka NIC (Network Interface Card) atau yang lazim dikenal LAN Card akan terdeteksi sebagai ethx (eth0 atau eth1), asumsi bahwa yang terdeteksi ialah eth0 maka cara setting :
# ifconfig -a (melihat interface yang terdeteksi)
# ifconfig eth0 192.168.12.4 netmask 255.255.255.0 (setting IP address)

3. Langkah selanjutnya yaitu melakukan setting pada PC windows (host 2) di jaringan 192.168.12.0/24. Di host 2 tersebut terpasang dua buah NIC yang akan menghubungkan antara host 1 dengan PC Router (bisa juga menggunakan switch untuk menghubungkan host 1, host 2, dan PC Router) yang nantinya akan dibuat sebuah bridge. Step-stepnya yaitu setting IP address 192.168.12.3 pada NIC 1 dan 192.168.12.2 pada NIC 2. Kemudian drag keduanya, klik kanan pilih Bridge Connection. Setelah itu kasih IP address pada bridge, misal 192.168.12.5 subnet 255.255.255.0, lalu arahkan gateway ke alamat 192.168.12.1 (alamat PC Router yang berhubungan dengan network 192.168.12.0/24). Cara teknis sama dengan cara pertama diatas.

4. The next step I setup the PC Router. Pada PC Router telah terpasang dua buah NIC. Karena menggunakan Linux maka NIC akan terdeteksi sebagai eth0 dan eth1, asumsi bahwa eth0 berhubungan langsung dengan jaringan 192.168.15.0/24 sedangkan eth1 berhubungan langsung dengan jaringan 192.168.12.0/24 maka ketikan perintah melalui konsole :
# ifconfig eth0 192.168.15.1 netmask 255.255.255.0
# ifconfig eth1 192.168.12.1 netmask 255.255.255.0
setelah itu cobalah melakukan ping dalam satu jaringan, jika sudah berhasil maka kita tinggal menyeting proses peroutingannya, yaitu :
# route add -net 192.168.15.0 netmask 255.255.255.0 dev eth0
# route add -net 192.168.12.0 netmask 255.255.255.0 dev eth1
kemudian jangan lupa untuk mengaktifkan ip_forwarding-nya :
# echo “1″ > /proc/sys/net/ipv4/ip_forwarding

5. Langkah terakhir setting pada host 1 dan host 4 agar mampu routing melalui gateway PC Router, untuk Windows :
- masuk cmd.exe ketikkan route add 192.168.12.0 mask 255.255.255.0 192.168.15.1
(untuk mengetahui lebih lengkap keterangannya ketikkan route –help)
pade host 1 (Linux) :
# route add default gw 192.168.12.1

6. Proses terakhir, saya mencoba menge-ping antara host 1 dengan host 4 dan hasilnya Reply. maka berhasil berhasil







Rabu, Agustus 27, 2008

gateway

Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Definisi tersebut adalah definisi gateway yang utama.

Seiring dengan merebaknya internet, definisi gateway seringkali bergeser. Tidak jarang pula pemula menyamakan "gateway" dengan "router" yang sebetulnya tidak benar.

Kadangkala, kata "gateway" digunakan untuk mendeskripkan perangkat yang menghubungkan jaringan komputer besar dengan jaringan komputer besar lainnya. Hal ini muncul karena seringkali perbedaan protokol komunikasi dalam jaringan komputer hanya terjadi di tingkat jaringan komputer yang besar.
`








perhitungan subnetting

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30



SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet

192.168.1.0

192.168.1.64

192.168.1.128

192.168.1.192
Host Pertama

192.168.1.1

192.168.1.65

192.168.1.129

192.168.1.193
Host Terakhir

192.168.1.62

192.168.1.126

192.168.1.190

192.168.1.254
Broadcast

192.168.1.63

192.168.1.127

192.168.1.191

192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30



SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet

172.16.0.0

172.16.64.0

172.16.128.0

172.16.192.0
Host Pertama

172.16.0.1

172.16.64.1

172.16.128.1

172.16.192.1
Host Terakhir

172.16.63.254

172.16.127.254

172.16.191.254

172.16.255.254
Broadcast

172.16.63.255

172.16.127.255

172.16.191.255

172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host
3. Blok Subnet = 256 - 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan ;)



SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.

Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
3. Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ;)

Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2

Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.






























model jaringan client server

Client - Server Model

Client - Server model adalah bentuk distributed computing dimana sebuah program (client) berkomunikasi dengan program lain (server) dengan tujuan untuk bertukar informasi. Pada umumnya sebuah client memiliki tugas sebagai berikut (Morgan, 2004):

1. Menyediakan user interface.

2. Menterjemahkan permintaan user ke dalam bentuk protokol yang sesuai.

3. Mengirimkan permintaan user ke server.

4. Menunggu respon dari server.

5. Menterjemahkan respon tersebut ke dalam format yang dapat dibaca.

6. Menyajikan hasil format tersebut ke user.

Kata client juga sering disebut dengan kata host yang menandakan bahwa device tersebut tersambung dalam sebuah jaringan. Sedangkan sebuah server memiliki tanggung jawab sebagai berikut:


1. Mendengarkan permintaan dari client.

2. Memproses permintaan tersebut.

3. Mengembalikan hasil proses tersebut ke client.

Dalam praktek sehari-harinya terdapat berbagai macam server yang ada dalam jaringan. Setiap server tersebut memiliki fungsi khusus sesuai dengan tujuan pembuatan server tersebut. Beberapa contoh server berikut kegunaannya:

· Proxy Server

Proxy server umumnya berfungsi sebagai gerbang (gateway) dari sebuah LAN menuju ke jaringan yang lebih besar. Umumnya proxy server memiliki fitur cache engine, yaitu tempat penampungan sementara (cache/buffer) halaman web atau isi sebuah situs untuk mempercepat akses koneksi, dan fitur firewall, yang berfungsi untuk mengamankan sebuah jaringan dari akses yang tidak berhak.

· Mail Server

Mail server berfungsi sebagai tempat konsentrasi email, layaknya sebuah kantor pos, yang berfungsi untuk menampung sementara, mengolah dan memproses email tersebut agar dapat dikirimkan sampai ke tempat tujuannya.

· Web Server

Web server berfungsi untuk menyediakan layanan web berupa situs kepada user. Web server menggunakan user interface berupa web browser untuk dapat berkomunikasi dengan user dalam jaringan.

· Database Server

Database server adalah sebuah server yang didedikasikan khusus untuk menampung data-data dalam jumlah besar yang disimpan menggunakan perangkat lunak khusus. Database server memiliki tugas utama untuk melayani permintaan data dari user.

· Application Server

Application server adalah sebuah server yang didedikasikan khusus untuk menjalankan aplikasi. Aplikasi server ditujukan untuk melayani komputer client dalam jumlah yang besar. Penggunaan Aplikasi server ditujukan untuk tidak memberatkan komputer client.

· VPN Server.

VPN server adalah sebuah server yang didedikasikan khusus untuk melayani perlindungan jaringan publik ( biasanya internet ) menjadi jaringan private.

Keuntungan VPN adalah :

a) Meningkatkan secutity.

b) Memberikan konektivitas geografis yang luas.

c) Mereduksi biaya operational

d) Mereduksi waktu transit dan biaya transportasi untuk user-user remote.

e) Meningkatkan produktifitas

f) Menyederhanakan topologi jaringan

g) Memberikan peluang-peluang networking global

h) Meberikan dukungan atas telecommuter

i) Memberikan kompatibilitas networking broadband.

Guna menjamin keamana konesi dan data, VPN server juga memperkerjakan beberapa metode security sebagai berikut :

a) Firewall

Memberikan restriksi yang kuat antara jaringan privat perusahaan dengan jaringan publik seperti memeriksa paket-paket mana yang arus diteruskan dan protokol-protokol mana yang diizinkan.

b) Enkripsi

Enkripsi tidak lain proses penyandian data yang diambil dari satu komputer ke komputer lain. Data disandikan ke bentuk tertentu yang tidak muda dibaca dan hanya penerima yang sah yang dapat membacanya.

c) IPSec

Internet Protocol Security Protocol (IPSec) memberikan kapabiliti sekuriti yang lebih jauh melalui algoritma-algoritma enkripsi dan authentication. IPSec memiliki dua mode enkripsi yaitu tunnel yang bekerja mengenkripsi header dan payload yang dimiliki setiap paket data dan transport yang hanya menenkripsi payload-nya saja.


KONSEP JARINGAN KOMPUTER



adalah suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer otonom. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu network bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Tujuan dari jaringan komputer adalah untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. (Madcoms, 2003 : 2) Menurut Madcoms (2003 : 2-3) ada dua model koneksi dalam jaringan yaitu :

1. Peer to peer


Sistem operasi jaringan model peer to peer memungkinkan seorang user membagi sumber dayanya yang ada di komputernya, baik itu file data, printer, dan lain-lain dan mengakses sumber daya yang terdapat dalam komputer lain. Namun model ini tidak mempunyai sebuah file server atau sumber daya yang terpusat,seluruh komputer mempunyai kemampuan yang sama untuk memakai sumber daya yang teresdia di jaringan. Model ini didesain untuk jaringan berskala kecil dan menengah.
2. Client-Server


Sistem operasi jaringan Client-Server memungkinkan jaringan untuk mensentralisasi fungsi dan aplikasi kepada satu aau dua dedicated file server. Sebuah file server menjadi jantung dari keseluruhan system, memungkinkan untuk mengakses sumber daya dan menyediakan keamanan.

Infrastruktur untuk membangun jaringan komputer dan internet meliputi :

1. Server

Foto : www.fotosearch.com

Server adalah komputer khusus yang bertugas melayani aplikasi-aplikasi jaringan. Server yang akan kita bahas adalah server untuk skala kecil dan menengah yaitu PC server. Tingkat kebutuhan spesifikasi server sangat beragam dan tergantung pada fungsi server dan sistem operasi yang terpasang. (Madcoms, 2003 : 21).
2. Client Server

Foto : www.maskoeri.wordpress.com

Client Server adalah komputer yang memanfaatkan layanan dari server. Sistem operasi jaringan Client Server memungkinkan untuk mensentralisasi fungsi dan aplikasi kepada satu atau dua dedicated file server. Sebuah File server menjadi jantung dari keseluruhan sistem, memungkinkan untuk mengakses sumber daya dan menyediakan keamanan. Linux, Novel Netware, dan Windows NT adalah contoh model sistem operasi jaringan Client Server. (Madcoms, 2003 : 3).
3. UTP

Kabel twisted pair dapat dibagi menjadi dua macam yaitu shielded yang memiliki selubung pembungkus dan unshielded yang tidak mempunyai selubung pembungkus. Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1) merupakan sepasang kabel yang di-twist satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik. 2) dapat terdiri dari dua, empat, atau lebih pasangan kabel , ada dua jenis kabel twisted pair yaitu UTP (unshielded twisted pair) dan STP (shielded twisted pair) 3) dapat melewatkan signal sampai 10-100 mbps 4) hanya dapat menangani satu channel data (baseband) 5) koneksi pada twisted pair biasanya menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45, 6) STP lebih tahan interferensi daripada UTP dan dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi sampai 100 mbps, namun lebih sulit ditangani secara fisik (Madcoms, 2003 : 16).
4. Konsentrator

Konsentrator adalah perangkat yang digunakan untuk memperluas dan menambah jumlah komputer dalam sebuah jaringan. Konsentrator terdiri dari dua jenis yaitu hub dan switch. Perbedaan keduanya pada kemampuan transfer data. Pada hub kecepatan transfer data adalah 6,25

















Senin, Juni 16, 2008

Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 3 kategori utama seperti di bawah ini.

* Topologi bintang
* Topologi cincin
* Topologi bus

* Topologi bintang
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Kelebihan

* Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
* Tingkat keamanan termasuk tinggi.
* Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
* Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

Kekurangan

* Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.

Penanganan

* Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

* Topologi cincin

Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.


* Topologi bus

Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan. Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node).






Senin, Juni 09, 2008

PERINTAH DASAR LINUX

Perintah ls (LiSt) senarai berkas dalam warna berbeda dengan teks berformat penuh.

@ mkdir
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) akan membuat direktori.

@ cd
Perintah cd (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori anda sekarang ke direktori yang anda tentukan.

@ cp
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang anda tentukan.

@ rm
Perintah rm (ReMove) akan menghapus setiap berkas yang anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap direktori yang anda tentukan.

@ mv
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang anda tentukan.

@ ls -al
Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.

@ rmdir
Menghapus direktori yang telah kosong.

@ rm -r
(recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux.

@ more
Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.

@ less
Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol "q" apabila ingin keluar.

@ useradd
Membuat user.

@ Man "perintah yang diinginkan"
Untuk melihat keterangan dari perintah tersebut.

@ Logout
Untuk keluar atau masuk kembali pada root.

@ find / -name "filename"
Mencari "namafile" pada komputer anda dimulai dengan direktori.

@ &
Melihat/membaca halaman yang diinginkan.

@ shutdown -h 0
Untuk Menshutdown

@ alias "nama perintah yang diinginkan" "perintah asli"
Untuk merubah nama perintah.

@ chmod "angka biner" "nama file"
Untuk merubah akses permission.

@ huruf awal perintah lalu tab 2x
Untuk melihat perintah yang diawali dengan huruf "..."

@ shutdown -r 0
Untuk merestart komputer.

@ history
Untuk melihat perintah-perintah an dijalankan.

@ vi "nama file"
Untuk membuat file

@ tree
Untuk melihat struktur file dan direktori

@ clear
Untuk Membersihkan layar.
@ locate
Perintah locate akan mencari komputer anda untuk setiap nama berkas yang anda tentukan. Dia menggunakan indeks dari berkas dalam sistem anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari, jika anda meninggalkan hidup komputer anda. Harus dijalankan dengan hak istimewa pengelolaan (lihat “Root Dan Sudo”).

@ Pindah ke mode Konsol
1.Gunakan tombol jalur pintas Ctrl+Alt+F1 untuk pindah ke konsol pertama
2.Untuk kembali ke mode Destop, gunakan tombol jalur pintas Ctrl+Alt+F7.
[Catatan]
Ada enam konsol yang tersedia. Tiap konsol dapat diakses dengan tombol jalur pintas Ctrl+Alt+F1 hingga Ctrl+Alt+F6.



cara membuat HTML

Membuat HTML

<html>
<head>
<title>coba-coba</title>
</head>

<body bgcolor=purple>
<marquee DIRECTION=right>.....alonjak.....</marquee>

<font size=4 color=red>coba</font>
<table border=1>
<tr><td>jenis</td><td>Nama Hewa</td></tr>
<tr><td>terjelek</td><kambing</td><tr>
<tr><td>paling jelek</td><monyet</td><tr>
</table>
<font size=4 color=red>H<sub>2</sub>O</font><br>
<font size=4 color=red>y=6-x<sup>2</sup></font>
<ul>Daftar orang baik
<li>aang</li>
<li>ardi</li>
<li>jieng</li>
</ul>

<ol type=i>Daftar orang jelek
<li>gibol</li>
<li>too</li>
<li>aldi</li>
</ol>

</body>
</html>




Membuat form

<html>
<head>
<title>gibol web</title>
</head>
<form>
<body bgcolor=purple>
<table border=1>
<tr><td width="1000" height="150" align="center" background="Itachi Uchiha.jpg">
<font size=5 color="blue"><b>Pendaftaran Biasa</b></font>
</td></tr>
</table>
<br><br>
<TABLE BORDER=0>
<TR><TD>First Name :</TD><TD><INPUT TYPE=TEXT NAME=nama SIZE=20></TD></TR>
<TR><TD>Last Name :</TD><TD><INPUT TYPE=TEXT NAME=NAMA SIZE=20></TD></TR>
<TR><TD>Alamat :</TD><TD><INPUT TYPE=TEXT NAME=ALAMAT SIZE=20></TD></TR>
<TR><TD>Telpon :</TD><TD><INPUT TYPE=TEXT \ NAME=TELPON SIZE=20></TD></TR>
<TR><TD>Code Post :</TD><TD><INPUT TYPE=TEXT NAME=code post SIZE=20></TD></TR>
<TR><TD>Password :</TD><TD><INPUT TYPE=password NAME=password SIZE=20></TD></TR>
<TR><TD>Re-Password :</TD><TD><INPUT TYPE=password NAME=password SIZE=20></TD></TR>
<TR><TD>E-mail :</TD><TD><INPUT TYPE=TEXT NAME=E-mail SIZE=20>@gibol.com</TD></TR>
<TR><TD>User ID :</TD><TD><INPUT TYPE=TEXT NAME=Nama SIZE=20></TD></TR>
<TR><TD>Gender :</TD><TD><INPUT TYPE=RADIO NAME=GENDER>Male</TD></TR>
<TR><TD></TD><TD><INPUT TYPE=RADIO NAME=GENDER>Female</TD></TR>

<TR><TD>Tanggal :</TD><TD><SELECT NAME=Tanggal>
<OPTION VALUE="........"> ........
<OPTION VALUE="1">1
<OPTION VALUE="2">2
<OPTION VALUE="3">3
<OPTION VALUE="4">4
<OPTION VALUE="5">5
<OPTION VALUE="6">6
<OPTION VALUE="7">7
<OPTION VALUE="8">8
<OPTION VALUE="9">9
<OPTION VALUE="10">10
<OPTION VALUE="11">11
<OPTION VALUE="12">12
<OPTION VALUE="13">13
<OPTION VALUE="14">14
<OPTION VALUE="15">15
<OPTION VALUE="16">16
<OPTION VALUE="17">17
<OPTION VALUE="18">18
<OPTION VALUE="19">19
<OPTION VALUE="20">20
<OPTION VALUE="21">21
<OPTION VALUE="22">22
<OPTION VALUE="23">23
<OPTION VALUE="24">24
<OPTION VALUE="25">25
<OPTION VALUE="26">26
<OPTION VALUE="27">27
<OPTION VALUE="28">28
<OPTION VALUE="29">29
<OPTION VALUE="30">30
<OPTION VALUE="31">31</td>

<td>Bulan :<select name="bulan">
<OPTION selected VALUE="........"> ........
<OPTION VALUE="Januari">Januari
<OPTION VALUE="Pebruari">Pebruari
<OPTION VALUE="Maret">Maret
<OPTION VALUE="April">April
<OPTION VALUE="Mei">Mei
<OPTION VALUE="Juni">Juni
<OPTION VALUE="Juli">Juli
<OPTION VALUE="Agustus">Agustus
<OPTION VALUE="September">September
<OPTION VALUE="Oktober">Oktober
<OPTION VALUE="November">November
<OPTION VALUE="Desember">Desember</td>
<td>Tahun :</td>
<td><INPUT TYPE=TEXT NAMe=tahun SIZE=6></td>
</select></td></tr>
<TR><TD>Komentar :</TD>
<TD><TEXTAREA NAME=MASUKAN ROWS=6 COLS=35></TEXTAREA></TD></TR>

<TR><TD>Foto :</TD>
<TD><INPUT type=FILE NAME=Foto SIZE=40></TEXTAREA></TD></TR>

</TABLE><br><br>
<Table>
<TR><TD></TD><TD><INPUT TYPE=CHECKBOX NAME=Setuju>Anda yakin dengan apa yang anda pilih</TD></TR>

</table><br><br><br><br>

<table>
<TR><TD></TD><TD><INPUT TYPE=SUBMIT NAME=KIRIM VALUE=Submit>
<INPUT TYPE=RESET NAME=BATAL VALUE=Batalkan></td></tr>
</table>
</form>
</body>
</html>






Kamis, April 03, 2008


Selasa, Maret 25, 2008

cara hub.internet



1.tancapkan kabel wireless pada landcard
2.install landcard
3.tulis/masuk pada comand prompt dan kemudian ketik ipconfig dan enter
4.lalu ketik ping yang sudah terlihat
5.enter
6.internet sudah terkoneksi ke internet dan dapat digunakan
7.untuk mencoba klik 2x shortcut internet explorer
8.dan tulis alamat web yang di tuju

instal windows 98

1.nyalakan komputer

2.klik del

3.pilih ‘Advanced Bios Features’

4.pilih “first bot device CD room”

5.klik Esc


6.masukan CD software windows 98

6.tekan Esc, lalu Quit, kemudian klik yes (y)

7.boot from CD room

8.pilih pilihan yang bertujuan untuk mempartisi yaitu n 2 lalu start komputer with CD room support, tunggu saat loading..

9.pada prgam DS ketik: Fdisk fdisk>

10.tekan yes (y)

11.lihat artisi yang telah anda buat da menu n 4

12.enter choice : [E] untuk mendelete Extended dan primary

13.enter ch

javascript

Kode bahasa Java yang diselipkan diantara kode HTML untuk dijalankan pada komputer client.



Merupakan sosok pemrograman modern, yaitu bahasa pemrograman berorientasi script (object-oriented scripting language), yang berbasis kepada kosep prototype. Bahasa ini banyak dikenal di dalam lingkungan website. Bahasa ini diperkenalkan pertama kali oleh Brendan Eich dari perusahaan Netscape Corporation dengan nama awal Mocha kemudian berubah menjadi LiveScript namun diganti akhirnya menjadi JavaScript}.



Java merupakan sebuah bahasa pemrograman yang mulanya dikembangan oleh perusahaan Sun Microsystems. Menurut penjelasan dari Sun (The Java Language), bahasa Java digambarkan sebagai:

Java: A simple, object-oriented, distributed, interpreted, robust, secure, architecture neutral, portable, high-performance, multithreaded, dan dynamic language.

Bahasa Java merupakan bahasa yang interpreted, bukan compiled. Sebuah program dalam bahasa Java dirakit (compiled) menjadi sebuah berkas byte-code. Berkas byte-code inilah yang dijalankan (interpreted) oleh sebuah virtual machine, yang disebut Java Virtual Machine (JVM).

Senin, Maret 17, 2008





2. SAMSUNG 740N
Rp1.786.050,-
Item Description :
Samsung SyncMaster 740n is a 17-inch analog TFT-LCD offering a 600:1 contrast ratio, 300cd/m2 brightness, 1280 x 1024 resolution, 160/160 degree viewing angle and a fast response time of 8ms. It features MagicTune™, MagicBright II™, MagicColor™ and built-in power.




3. CPU AMD 2800+
Rp 1.300.000,-
Item Description :
#Proc.AMD 2800+
#VGA AGP Geforce 64 Mb
#SC(OB)
#DDRAM 256(2nd)
#DVD Rom(2nd)
#Fdd(2nd)
#HD 20Gb (2nd)
#Casing ATX P4 NEW




4. CPU AMD Athlon XP 1800+
Rp 1.000.000,-
Item Description :
#Mainboard F I C AZ 11 EA(New)
#Proc.AMD Athlon XP 1800+ (2nd)
#VGA AGP Geforce 64 Mb(2nd)
#SC(OB)
#RAM 256(2nd)
#CD Rom(2nd)
#Fdd(2nd)
#HD 20Gb (2nd)
#Casing ATX P4




5. Main Board Abit Fatal1ty F-I90HD
[LGA CORE2DUO]Maxtor 160Gb 7200 "SATA"
[SATA]
Item Description :
# LGA 775
# ATI® RX1250
# FSB1333mpx_mdisk_903B.jpg
# HDMI™ 1080i
# PCI-E X16
# Dual DDR2-800
# Gigabit Ethernet
# 7.1 CH HD Audio
# SATA 3G RAID
# RoHS Compliancy



Jumat, Maret 14, 2008

AYAT-ayat jaringan

ROOTER
Sistem yang digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan. Perangkat yang berfungsi dalam komunikasi WAN atau menghubungkan dua network yang berbeda. Menempati layer 3 pada sistem layering OSI ( network) sehingga memiliki kemampuan routing atau pengalamatan paket data baik secara static atau dinamik.
Sebuah komputer atau paket software yang dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih network yang terhubung melalui packet switching. Router bekerja dengan melihat alamat tujuan dan alamat asal dari paket data yang melewatinya dan memutuskan rute yang harus digunakan oleh paket data tersebut untuk sampai ke tujuan.


Ping of death
From Wikipedia, the free encyclopedia


ping of death

Serangan yang mengirim paket permintaan echo ICMP berukuran terlalu besar (PING) dengan tujuan membuat buffer masukan pada mesin tujuan mengalami kelebihan beban dan akhirnya membuat mesin tersebut macet./

Software di Internet yang dikategorikan sebagai penyerang yang mampu melumpuhkan suatu server, atau disebut dengan Denial of Service, dimana sistem ini mengirimkan paket ICMP via program ping dengan data yang cukup besar sehingga mampu membuat beberapa sistem operasi menjadi hang.


Firewall

Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial.



TCP/IP

Disingkat dengan TCP/IP. Protokol yang terdiri dari sub-protokol, yang beroperasi pada lapisan yang berbeda. Merupakan standar protokol internet. Protokol ini memberikan nomor unik pada setiap komputer yang terkoneksi. Satu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. TCP/IP harus dapat bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan.


Kamis, Maret 06, 2008

PHP



Pengertian PHP
PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext Preprocessor", yang merupakan
sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip
dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik.
Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web
menulis halaman web dinamik dengan cepat.
Hubungan PHP dengan HTML
Halaman web biasanya disusun dari kode-kode html yang disimpan dalam
sebuah file berekstensi .html. File html ini dikirimkan oleh server (atau file) ke
browser, kemudian browser menerjemahkan kode-kode tersebut sehingga
menghasilkan suatu tampilan yang indah. Lain halnya dengan program php, program
ini harus diterjemahkan oleh web-server sehingga menghasilkan kode html yang
dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri sendiri ataupun
disisipkan di antara kode-kode html sehingga dapat langsung ditampilkan bersama
dengan kode-kode html tersebut. Program php dapat ditambahkan dengan mengapit
program tersebut di antara tanda . Tanda-tanda tersebut biasanya disebut
tanda untuk escaping (kabur) dari kode html. File html yang telah dibubuhi program
php harus diganti ekstensi-nya menjadi .php3 atau .php.
PHP merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side
HTML=embedded scripting, di mana script-nya menyatu dengan HTML dan berada
si server. Artinya adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan
sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. PHP dikenal sebgai
bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML, dieksekusi di server dan
digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti ASP (Active Server
Pages) dan JSP (Java Server Pages).
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C.
Semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya.
Kemudian ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi
putra.galuh.web.id
1
Web portal dengan phpnuke
ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan script PERL yang
dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Kemudian pada tahun
1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses
database dan dapat terintegrasi dengan HTML.
Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0
yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya..
Versi terbaru, yaitu PHP 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan
versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya. Perubahan
yang paling mendasar pada PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine yang dibuat
oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP
scripting engine. Yang lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan
library tambahan seperti pada PHP. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk
membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini,
aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya
secara keseluruhan dijalankan web server.
Kelebihan PHP
Ketika e-commerce semakin berkembang, situs-situs yang statispun semakin
ditinggalkan, karena dianggap sudah tidak memenuhi keinginan pasar, padahal situs
tersebut harus tetap dinamis. Pada saat ini bahasa PERL dan CGI sudah jauh
ketinggalan jaman sehingga sebagian besar designer web banyak beralih ke bahasa
server-side scripting yang lebih dinamis seperti PHP.
Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan
yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan system database di
dalam web. Sistem database yang dapat didukung oleh PHP adalah :
1. Oracle
2. MySQL
3. Sybase
4. PostgreSQL
5. dan lainnya
PHP dapat berjalan di berbagai system operasi seperti windows 98/NT,
UNIX/LINUX, solaris maupun macintosh.
PHP merupakan software yang open source yang dapat anda download secara
gratis dari situs resminya yaitu http://www.php.net, ataupun dari situs-situs yang
menyediakan software tersebut seperti di ftp://gerbang.che.itb.ac.id.
putra.galuh.web.id
2
Web portal dengan phpnuke
Software ini juga dapat berjalan pada web server seperti PWS (Personal Web
Server), Apache, IIS, AOLServer, fhttpd, phttpd dan sebagainya. PHP juga
merupakan bahasa pemograman yang dapat kita kembangkan sendiri seperti untuk
menambah fungsi-fungsi baru.
Keunggulan lainnya dari PHP adalah bahwa PHP juga mendukung komunikasi
dengan layanan seperti protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3 dan bahkan HTTP.
PHP dapat diinstal sebagai bagian atau modul dari apache web server atau
sebagai CGI script yang mandiri. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika
menggunakan PHP sebagai modul dari apache, di antaranya adalah :
1. Tingkat keamanan yang cukup tinggi
2. Waktu eksekusi yang lebih cepat dibandingkan dengan bahasa pemograman
web lainnya yang berorientasi pada server-side scripting.
3. Akses ke system database yang lebih fleksibel. seperti MySQL.
Dalam modul ini kita akan mempelajari PHP sebagai server-side scripting
yang menggunakan apache sebagai webserver. Versi PHP yang kita gunakan
adalah PHP4 untuk Windows.

Rabu, Maret 05, 2008

TCP/IP



TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

Standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.



Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.